When she ask me


Menjalani rutinitas dengan jam kerja yang panjang itu hal yang biasa buat diriku ini.

Sejak duduk di kelas 2 SMK hidup memberikan sebuah pelajaran yang cukup berarti.

" Kamu nggak kerja, kamu nggak bisa makan "

Saat di kelas 2 SMK diriku memutuskan untuk keluar dari rumah.

Tinggal di rumah kontrakan milik mentor ku, berbekal uang saku yang di berikan oleh orang tuaku yang hanya sebesar 200 ribu, jelas itu bukanlah uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhanku

Makan, beli bensin, ditambah kalau ada tugas dari sekolah.

Damn ! 200 ribu itu kurang guys..

Tapi mau bagaimana lagi, itulah kenyataannya yang harus kuterima,

Dari kekurangan itulah kemudian diriku seakan di paksa untuk mencari jalan keluar dari masalah keuangan ini.

Bekerja ?

Di mana aku bisa mendapatkan pekerjaan ?

Banjarnegara adalah kota kecil, jumlah lapangan kerja yang ada tidak sebesar di kota kota besar.

Apalagi pekerjaan yang bersifat paruh waktu, sepertinya hampir tidak ada.

Then,..

Satu satunya jalan keluar yang bisa ku pilih hanyalah berjualan..

Singkat cerita aku memilih untuk berjualan susu kedelai.

Dan itu sungguh gilaaaaaaa..

Bangun jam 1 malam, saat mereka masih nikmat nikmat nya bermimpi di atas kasur nan empuk

Diriku sudah di paksa untuk bermain di dapur dan hanya berteman dengan berisiknya suara blender,

2 jam suara blender menemaniku di sepertiga malam, giliran hangat nya api dari kompor gas yang menemaniku sembari sang api membuat calon susu kedelai ku masak.

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Suara adzan subuh sudah berkumandang,

Sudah masuk subuh ternyata, Okelah setelah shalat nanti aku selesaikan lagi produksi nya.

Kata beberapa orang yang pintar dalam hal akademik bilang kalau salah satu waktu terbaik untuk belajar adalah di waktu subuh,

Hmm.. kalau habis sholat subuh belajar mungkin aku bisa jadi rengking satu di kelas nanti..

Eh tapi aku belum selesai buat susunya..

Lupakanlah rengking satunya,

Jam enam pagi biasanya diriku ini baru selesai memproduksi susu kedelai sampai siap untuk di jual.

Setelah selesai memproduksi, mandi kemudian berangkat ke sekolah dengan termos berisikan susu kedelai yang biasanya kuleteakan di bagian depan motor ku.

Ketika sampai di sekolah ada doa yang tak lupa ku panjatkan,

1. Semoga dagangan ku laris
2. Gurunya nggak masuk ( biar bisa tidur, dan main game kalau di lab komputer )
3. Semoga nggak ada tugas dari Ibu/Bapak Guru nanti

Walaupun kadang doa no 2 dan 3 itu tidak terkabul, mungkin karena doanya jelek :v dan Tuhan lebih tau mana yang terbaik.

Istirahat adalah waktu yang paling di tunggu oleh semua siswa

Pergi ke kantin, nongkrong dan ngobrol asik bersama teman sekelas

But for me..

Waktu nya keliling buat nawarin susu kedelai kepada warga SMK N 2 Bawang..

Di sekolah ku ada dua kali istirahat pertama dan kedua.

Kalau di istirahat pertama susu kedelai ku sudah habis, berarti di istirahat kedua adalah waktu buat diriku ini nongkrong bersama teman teman ku..

Tapi kalau tidak ? Yasudah, istirahat kedua Ter korupsi untuk jualan lagi

Mungkin itu sedikit cerita di jam istirahat,

Oke mari kita lanjutkan ke bel sekolah.

Saat bel sekolah berbunyi, seluruh siswa berbondong bondong sembari menggeber-geber kan motor nya tanda bersiap untuk pulang atau hang out bersama teman teman nya.

But for me..

Waktu ku harus terkorupsi lagi untuk organisasi..

Rapat mungkin cuma seminggu sekali, tapi karena jabatan yang harus ku emban ini aku tidak bisa cuma nyediain waktu buatnya seminggu sekali, tapi harus setiap hari untuk memastikan semua berjalan aman terkendali.

Andai tidak ada sesuatu yang terlalu urgent, Maghrib biasanya diriku sudah sampai rumah.

Pulang lalu mandi, shalat Maghrib dan faktanya mata ini sudah terasa ngantuk

Tapi sialnya tadi siang Guru matematika kasih tugas dan besok di kumpulkan dan sialnya lagi besok jam pertama ada ulangan fisika.

Damn ! Kenapa penderitaan ini datang secara bertubi-tubi

Oke I am Fine,

Jam 7 sampai 8 kerjain tugas ( kalau nggak selesai besok nyontek temen di kelas ) kemudian belanja bahan baku buat produksi nanti malam dan jam 9 tidur

Lalu kapan belajar buat ulangan nya ?

Nanti malam pas lagi buat susu kedelai curi2 waktu buat hapalin rumus.

Itu skenario pertama, skenario kedua besok bolos sekolah hahahaha

Cerita itu berulang setiap harinya..

Bagaimana dengan weekend ?

Rapat organisasi di tingkat kabupaten, ngurus event dan terus begitu.......

When holiday to refresh myself ? Kapan kapan kalau inget haha

Berbekal dari pengalaman di atas kucoba untuk kuterapkan dalam lembaran kehidupan ku berikut nya saat diri ini masuk ke dunia nyata setelah hidup dalam dunia simulasi yang bernama sekolah

Hidup di perantauan dan berusaha mendapatkan pekerjaan untuk bisa makan tanpa gelar yang cukup untuk sebuah pekerjaan elegan dengan hasil yang memuaskan.

Ternyata sulit, dan yang kudapatkan hanyalah pekerjaan dengan upah kecil.

Solusinya ? Ku ambil pekerjaan dengan jam kerja yang lebih panjang

12 jam waktu itu..

Bekerja 12 jam selama kurang lebih 3 bulan akhirnya aku mempunyai cukup uang untuk mendirikan usaha pertama ku di bidang kuliner bersama temanku

Usaha berdiri hidup makin enak ?

Nyatanya nggak juga

Awal usaha berdiri diriku ini terpaksa bekerja 18 jam sehari.

12 jam bekerja di tempat oran, dan 6 jam bekerja di tempat sendiri mulai dari jam 10 malam sampai 4 pagi

Hidup itu berjalan hampir satu bulan lebih hingga akhirnya mendapatkan seorang karyawan yang dapat di percaya untuk mengurus usaha milik kami.

Dan akhirnya bisa kembali menikmati hidup dengan jam kerja yang lebih singkat yaitu 12 jam perhari

12 jam singkat kan ? Kalau di bandingkan dengan 18 jam ?

When she ask me..

Dan ketika ada seorang wanita yang mengajukan pertanyaan kepadaku terkait pekerjaan ku yang waktu itu memiliki durasi 12 jam

Are you not tired ? Are you don't think to holiday ? Are you don't think to choose any job ?

Diriku cuma bisa menjawab dengan jawaban yang muter muter sembari berkata dalam hati.

It's my life, it's my daily activity, and I am happy to do it

Because I know, I have to do it

Thanks for your respect


1 komentar: